Fakta dan Mitos Seputar Duren (Durian) dan Kesehatan

Disadur dari Tulisan Rony Nur, Kompasiana.Com 09 Agustus 2015 (Source Archive)

Siapa yang tidak kenal durian? Rasa buah durian yang sangat khas ini tidak jarang membuat banyak orang ketagihan durian. Buah durian kaya akan serat dan antioksidan, bahkan hasil penelitian yang dilakukan oleh The Swiss Society of Food Science and Technology menunjukkan bahwa kandungan antioksidan pada buah durian yang telah matang lebih tinggi jika dibandingkan dengan salak, manggis, leci dan mangga.

Buah yang satu ini bahkan digadang sebagai raja buah, walaupun banyak misteri dan mitos yang masih meliputinya. Sering kali para pencita durian dihantui oleh berbagai rumor seperti: “hati-hati lho makan durian, nanti kolesterolnya naik dan darah tinggi” Betulkah demikian?

Penjual durian. Photo: Antara

Pada kenyataannya berdasarkan hasil analisa laboratorium terhadap nilai gizi dan komposisi nutrisi, kolesterol dan lemak yang dikandung oleh bahan makanan seperti daging, seafood dan produk susu lainnya pada umumnya dalam bentuk bentuk jenuh (saturated), sedangkan durian tidak mengandung kolesterol sama sekali bahkan durian kaya akan lemak-lemak golongan monosaturated yang berguna untuk menekan level kolesterol “jahat” anda yaitu kolesterol LDL.

Kandungan nutrisi jika anda emgkonsumsi buah durian sekitar 243 gram  (catatan : sebagai perbandingan, satu durian berukuran kecil kira-kira 602 gram) adalah sebagai berikut :

Sumber: www.quitehealthy.com

 

Kandungan nutrisi durian. Sumber: www.weightchart.com

Hal yang perlu kita perhatian dalam mengkonsumsi durian adalah total lemak yang dikandung durian ukuran kecil (602 gram)  mencapai 50% dari total kebutuhan lemak harian kita, demikian juga dengan kandungan karbohidratnya. Oleh sebab itu, untuk menjaga berat badan, durian sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Kembali ke masalah kalori, satu buah durian dengan ukuran kira-kira 1 kg mengandung kalori sekitar 1350 kalori, yaitu hampir mendekati 60% kebutuhan kalori harian kita, yaitu sebesar 2000 kalori. Sebagai patokan, satu potong buah durian (seberat 40 g) kira-kira mengandung kalori sebesar 54 kalori. Jadi perlu diingat bahwa  buah durian merupakan salah satu buah disamping buah advokat yang mengandung lemak yang tinggi.

Dengan kandungan karbohidratnya yang tinggi ini, durian dapat membantu orang sehat yang lagi kekurangan energi. Kandungan potassium nya yang tinggi juga dapat membantu mengurangi kelelahan dan menenangkan mental.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya buah durian termasuk ke dalam kelompok buah yang kaya akan serat, vitamin C, vitamin B komplek. Buah durian juga sangat baik dalam menjaga kesehatan kulit, tekanan darah, kekuatan otot dan pergerakan makanan di saluran pencernaaan. Tidak hanya itu saja si raja buah ini ini berdasarkan kandungan nutrisinya juga berfungsi mendukung sistem syaraf dan kekebalan tubuh serta merangsang pertumbuhan sel-sel darah merah.

Bagi anda penderita diabetes dianjurkan untuk untuk menghitung konsumsi karbohidrat anda secara cermat sebelum mengkonsumsi durian, karena durian mengandung gula dalam bentuk sederhana seperti sukrosa, fruktosa dan glukosa dalam level yang cukup tinggi.

Mitos yang paling sering kali melekat pada buah durian adalah durian dipercaya dapat meningkatkan libido (hasrat seksual) seseorang yang mengkonsumsinya. Benarkah demikian? Memang bagi orang yang mengkonsumsi durian akan merasakan “panas” jika mengkonsumsinya secara berlebihan, namun kondisi ini bukan berarti buah durian merupakan buah yang dapat membangkinkan hasrat sex seseorang karena durian tidak mengandung bahan yang masuk ke dalam golongan aprodisiak (pembangkit gairah sex). Perasaan panas setelah mengkonsumsi durian lebih disebabkan oleh tubuh kita yang memetabolis kandungan energi yang tinggi yang dikandung oleh buah durian, sehinga suhu tubuh sedikit mengalami peningkatan.

Musim durian di berbagai negara. Sumber: rfcarchives.org.au

Salah satu spesies durian asal kalimantan. Photo: Lindsay Gasik

Durian liar dari kamboja. Photo: www.yearofthedurian.com

Durian liar jenis  Durio graveolens dari Sabah. Photo: www.yearofthedurian.com

Durian jenis  Durio kutejensis dari Brunei. Photo: www.yearofthedurian.com

Durian itu banyak macamnya, termasuk di dalamnya durian liar. Photo: www.yearofthedurian.com

Banyak orang yang percaya bahwa untuk mengurang perasaan “panas” setelah mengkonsumsi durian, sebaiknya mengkonsumsinya bersama dengan buah manggis. Sampai saat ini tidak ada satupun penelitian ilmiah yang mendukung hal ini. Kemungkinan besar munculnya mitos ini lebih disebabkan karena musim buah durian biasanya bersamaaan munculnya dengan musim buah manggis.

Demikian juga tidak ada bukti ilmiah yangmendukung jika kita mengkonsumsi buah durian dan minum bir akan mematikan. Hal ini lebih terkait dengan terjadinya kembung, perasaan tidak enak dalam perut karena jika anda mengkonsumsi durian dan bir secara bersamaan, hati anda akan bekerja lebih keras untuk memetabolisme lemak dan gula yang dikandung oleh durian dan alkohol, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Buah durian memang patut dijuluki sebagai rajanya buah disamping tentunya harganya yang cukup mahal, buah ini seringkali juga menyebabkan kita ketagihan dan cenderung mengkonsumsinya secara berlebihan.

Jangan makan durian secara berlebihan. Photo: www.rawgosia.com

Jadi jika anda penggemar durian selalu ingatlah bahwa buah ini mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi, yang tentunya dapat meningkatkan berat badan jika anda mengkonsumsinya terlalu sering dan secara belebihan. Jadi kendalikanlah keinginan anda untuk mengkonsumsi buah durian secara berlebihan. Memakan 2-3 potong buah durian menjadikan durian sebagai buah bergizi, karena dapat menjadi sumber mineral, vitamin dan lemak “baik” dan tentunya sudah dapat mengobati ketagihan anda pada buah durian ini.

Sumber Utama : menshealth.com.sg, healthxchange.com.sg, caloriecount.com, blogs.naturalnews.com, www.zappefood.com, www.quitehealthy.com

Sumber lainnya:

  1. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service, USDA Nutrient Data Laboratory. 2008. USDA National Nutrient Database for Standard Reference, Release 21. 
  2. “Fats and Cholesterol: Out with the Bad, In with the Good.” The Nutrition Source. Harvard School of Public Health. Web.
  3. Mensink, Zock, Kester, Katan. “Effects of dietary fatty acids and carbohydrates on the ratio of serum total to HDL cholesterol and on serum lipids and apolipoproteins: a meta-analysis of 60 controlled trials.” American Journal of Clinical Nutrition 77.5 (2003): 1146-1155.
  4. Brown, Michael J. Durio – A Bibliographic Review. Ed. R.K. Arora, V. Ramanatha Rao and A.N. Rao. New Delhi: IPGRI office for South Asia, 1997. Print.
  5. Berry, Shiv. “Fatty acid composition and organoleptic quality of four clones of durian (Durio zibethinus, murr.).” Journal of the American Oil Chemists’ Society 58.6 (1981): 716-717. DOI: 10.1007/BF02899460
  6. American Heart Association. “Know Your Fats.” Published online. Updated June 25, 2012.
  7. USDA Center for Nutrition Policy and Promotion. Dietary Guidelines for Americans, 2010. Print and Web.

 

Leave a Reply